Gerakan Menanam Cabe Di Maluku: Dinas Ketahanan Pangan Bekerja Sama Dengan PKK Provinsi Maluku

“Cabe bagi masyarakat telah menjadi kebutuhan yang begitu berarti, selain meningkatkan kualitas masakan, dilain sisi gerakan menanam Cabe juga akan meningkatkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat”, Ujar Ibu Widya Pratiwi Murad Ismail

Dinas Ketahanan Pangan Maluku Serahkan Bantuan Bibit Cabe

Bertempat di Gedung PKK provinsi Maluku, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Ir. Habiba Saimima, MSi., menyerahkan bantuan bibit Cabe dalam beberapa varietas, kepada PKK Provinsi Maluku dan 20 Dasa Wisma yang tersebar pada lima kecamatan di wilayah kota Ambon.

Bantuan tersebut langsung diserahterimakan dari Kadis Ketahanan Pangan Maluku kepada Ny. Widya Pratiwi Murad Ismail selaku Ketua Tim PKK provinsi Maluku.

Sambutan Ketua Tim PKK Provinsi Maluku

Ketua Tim PKK provinsi Maluku, Ibu Widya Pratiwi Murad Ismail, dalam sambutannya memberikan apresiasi positif kepada Dinas Ketahanan Pangan Maluku, yang begitu peduli dengan masyarakat, lewat program Gerakan Menanam Cabe.

Menurut beliau, Cabe bagi masyarakat telah menjadi kebutuhan yang begitu berarti, selain meningkatkan kualitas masakan, dilain sisi menanam Cabe juga meningkatkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat.

Oleh karena itu, Ketua Tim PKK provinsi Maluku tersebut mengharapkan, para penerima bantuan tersebut, akan dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, dan memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing untuk menanam cabe serta tanaman lain yang produktif.

Laporan Kadis Ketahanan Pangan Maluku

Dalam sambutannya, Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Maluku mengungkapkan, Gerakan Menanam Cabe, yang dikreasikan oleh Dinas Ketahanan Pangan Maluku, bertujuan agar Dasa Wisma yang ada di kota Ambon dan masyarakat luas, dapat mengoptimalkan pekarangan kosong yang dimiliki, untuk menanam dan mngembangkan cabe dalam berbagai jenis. Cabe memiliki nilai ekonomis yang tidak bisa dipandang dengan sebelah mata, bila kita ingin mengembangkan usaha tersebut. Apalagi Cabe telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat, tandas Beliau.

Senada dengan arahan dari Ibu Widya Pratiwi Murad Ismail, Kadis Ketahanan Pangan tersebut berharap, bantuan yang bersumber dari APBN ini, akan dapat dipergunakan semaksimal mungkin oleh 20 Dasa Wisma di Kota Ambon, dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,”.

Gerakan Nasional Penanaman 50 Juta Pohon Cabai

Gerakan Tanam Cabai dilatarbelakangi lonjakan harga cabai yang sangat tinggi.  Mengingat tingginya konsumsi cabai karena setiap rumah tangga  mengonsumsi cabai, melonjaknya harga cabai dapat memicu terjadinya inflasi.  Menteri Pertanian RI menyebutkan bahwa tingginya harga cabai dapat diatasi apabila masing-masing keluarga di Indonesia dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman cabai, sekaligus juga memperkuat Ketahanan Pangan.

Tujuan Gerakan Menanam Cabe

Tujuan kegiatan ini adalah 1) Memasyarakatkan optimalisasi lahan pekarangan, baik di pedesaan maupun diperkotaan dengan memproduksi kebutuhan pangan oleh keluarga dan masyarakat; 2) Mengatasi gejolak harga pangan khususnya Cabe, dengan menanam Cabe di masing-masing pekarangan di setiap keluarga. Melalui pencanangan gerakan Gerakan Nasional Penanaman 50 juta Pohon Cabai di pekarangan, diharapkan dapat memberikan solusi dalam upaya pemenuhan kebutuhan gizi keluarga dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan.

Kegiatan Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Pendekatan pengembangan ini dilakukan dengan mengembangkan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture), antara lain dengan membangun kebun bibit desa dan mengutamakan sumber daya lokal disertai dengan pemanfaatan pengetahuan lokal (local wisdom) sehingga ketahanan pangan dan kelestarian alam terjaga.

Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)

Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan sebuah konsep lingkungan perumahan penduduk yang secara bersama-sama mengusahakan pekarangannya secara intensif untuk dimanfaatkan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek potensi wilayah dan kebutuhan gizi warga setempat.

Kegiatan ini dilakukan melalui pemberdayaan wanita untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga dengan membudidayakan berbagai jenis tanaman sesuai kebutuhan pangan keluarga. Selain pemanfaatan pekarangan, juga diarahkan untuk pemberdayaan kemampuan kelompok wanita di Maluku untuk membudayakan pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA), termasuk kegiatan usaha pengolahan pangan rumah tangga untuk menyediakan pangan yang lebih beragam. (Tim DKP-Maluku)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*