Sosialisasi Penerbitan Health Certificate Komoditi Pala di Maluku

Indonesia dikenal sebagai surga rempah dunia dan aneka rempah – rempah yang dihasilkan negeri ini menjadi rebutan pasar Eropa dan salah satunya adalah komoditi Pala. Maluku sebagai salah satu daerah penghasil Pala terbesar di Indonesia, dengan luas lahan Pala sebesar 32.456 Ha dan produksi Pala sebanyak 5.325 Ton (berdasarkan data Badan Pusat Statistik Maluku tahun 2018).

Permintaan pasar global terhadap produk pala cukup tinggi dan sekitar lebih dari 20 negara yang berminat dengan pala dari Indonesia. Dalam perkembangan perdagangan, pala Indonesia mengalami keterhambatan terkait dengan kandungan aflatoksin yang melebihi ambang batas, akibatnya banyak pala Indonesia yang ditolak dan dikembalikan ke Indonesia.

Uni Eropa sebagai tujuan utama ekspor Pala Indonesia, menuntut Indonesia melakukan pengawasan kandungan aflaktosin apabila akan diekspor ke Uni Eropa. Melalui regulasi EU No. 24/2016, Uni Eropa mewajibkan Pala Indonesia memiliki Health Certificate (HC) yang diterbitkan oleh Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) di Indonesia sebagai bukti telah dilakukannya Pengawasan Aflatoksin dan Okraktoksin.

Sehubungan dengan itu, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku mengadakan Sosialisasi Penerbitan Health Certificate (HC) Komoditi Pala pada hari Selasa, 10 Desember 2019, bertempat di Ruang Rapat Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, ST, MT dan hadiri oleh semua Instansi terkait, Stakeholder, Pelaku Usaha (PT. Kamboti Ewang Maluku sebagai Eksportir Pala), TIM Teknis OKKPD, Dewan Rempah Maluku dan Petani Pala Organik binaan dari Balai Besar Perkebunan Maluku.

Dalam arahannya, beliau berharap pala yang akan diekspor baik ke Uni Eropa maupun negara lain dari pelabuhan Ambon – Maluku, dapat dilakukan setelah OKKPD memberikan Sertifikat Kesehatan (HC). Selain itu, kerjasama semua pihak sangat diharapkan dalam menunjang pertumbuhan eksport pala di Maluku, baik itu pembinaan kepada Petani, penyediaan SDM sampai pada tersedianya Laboratorium Penguji.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*